Januari 2026, Dinkes Catat Belasan Kasus DBD di Kota Baubau

Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD)/Getty Images/iStockphoto/flubydust

KENDARIMenjelang berakhirnya bulan Januari 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mencatat sebanyak 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayah Kota Baubau.

Kasus tersebut tersebar di sejumlah kelurahan, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Kelurahan Katobengke dan Kelurahan Bukit Wolio Indah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, mengungkapkan Kelurahan Katobengke tercatat memiliki 4 kasus DBD, sementara Kelurahan Bukit Wolio Indah sebanyak 3 kasus.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi kasus, pihaknya menemukan sejumlah faktor risiko yang berpotensi memicu penyebaran DBD.

Faktor tersebut antara lain tumpukan sampah di sekitar rumah pasien, keberadaan jentik nyamuk di dalam rumah seperti pada penampungan air dispenser, bak mandi, dan drum, serta genangan air di halaman rumah akibat musim hujan yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga:  Pemkot Baubau Mulai Susun Masterplan Pengembangan Kawasan Konektivitas Digital

“Atas temuan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Baubau terus menggiatkan berbagai upaya pencegahan, termasuk memastikan distribusi larvasida berjalan dengan baik, serta menggalakkan gerakan kebersihan lingkunganbersama lintas sektor dan masyarakat,” ujar dr. Frederik Tangke Allo beberapa waktu lalu.

Melalui upaya penelusuran kasus, pencegahan, pemberantasan sarang nyamuk, hingga pengobatan, dr. Frederik berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah serta memberantas DBD maupun penyakit menular lainnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kota Baubau, Yuslina, mengatakan tren kasus DBD setiap tahun umumnya mengikuti musim pancaroba, dengan lonjakan kasus tertinggi biasanya terjadi pada bulan Januari hingga April.

Baca Juga:  Harga Pupuk di Baubau Turun hingga 63 Persen, Diharap Tekan Biaya Produksi Petani

Meski demikian, ia menyebutkan jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya, angka kasus DBD tahun ini cenderung menurun.

“Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah kasus sudah mencapai 30 kasus, sementara tahun ini baru tercatat 13 kasus,” jelasnya.

Yuslina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan giat melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus sebagai langkah pencegahan guna menekan peningkatan kasus DBD di Kota Baubau.

 

**/rri

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!