BAUBAU – Salah seorang siswa SMA Negeri 7 Baubau yang diduga mengalami keracunan makanan usai mengkonsumsi menu Makan Berhizi Gratis (MBG) mengaku mendapat sajian menu yang basi.

Pengakuan itu disampaikan siswa SMA Negeri 7 Baubau, Nuhan saat dirawat di Puskesmas Bukit Wolio Indah akibat indikasi keracunan makanan yang dialaminya pada Selasa (16/9/2025).

“Ayam yang basi,” ujar Nuhan saat diwawancarai wartawan, Selasa (16/9/2025).

“Hanya ayamnya, kalau yang lain tidak,” ujarnya lagi.

Nuhan mengaku setelah 20 menit memakan sajian menu MBG itu, dia merasakan pusing, mual-mual, perut keram dan muntah-muntah.

“Habis makan sekitaran 20 menit baru bereaksi,” katanya.

Sementara itu, Dokter Puskesmas Bukit Wolio Indah, Wa Ode Fitriani menyebutkan, pihaknya menerima 6 pasien siswa yang terindikasi keracunan makanan.

Baca Juga:  Dukungan KADIN Sultra untuk Program MBG, 27 SPPG Telah Beroperasi

“Sekitar enam orang yakni dua perempuan dan empat laki-laki,” kata W Ide Fitriani kepada wartawan.

Keluhan siswa rata-rata sakit kepala, sakit perut, pusing, mual, dan muntah, sehingga Puskesmas langsung memberikan tindakan medis.

“Saat datang yang lemas ada lima orang, jadi kita infus, sementara yang satu orangnya itu keadaannya baik tetapi memang muntah tadi satu kali di sini,” katanya.

Hingga menjelang sore, kata Fitriani, kondisi para siswa yang diduga keracunan makanan dari menu MBG itu sudah membaik.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau juga mencatat terdapat sebanyak 37 siswa di 2 sekolah di kota itu mendapatkan perawatan di beberapa puskesmas dan rumah sakit.

Siswa-siswa tersebut diduga mengalami keracunan makanan usai mengkonsumsi menu MBG pada Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:  Penduduk Sulawesi Tenggara Capai 2,83 Juta Jiwa, 13 Persen Ada di Kota Kendari

“Yang masuk dalam laporan kami itu ada 37 anak dari dua sekolah, yakni SMAN 7 Baubau dan SD Hidayatullah,” sebut Plt Kepala Dinkes Baubau, Fanti Frida Yanti kepada wartawan.

Fanti merinci, sebanyak 33 siswa dari SMA Negeri 7 Baubau dan 4 siswa dari SD Hidayatullah dirujuk ke beberapa Puskesmas hingga rumah sakit untuk mendapat perawatan.

SMA Negeri 7 Baubau yang diduga keracunan makanan itu dirujuk ke Puskesmas Bukit Wolio Indah sebanyak 14 siswa, Puskesmas Kadolomoko sebanyak 7 siswa, Puskesmas Wolio 6 siswa, dan 6 siswa di RSUD Kota Baubau.

Sementara 4 siswa dari SD Hidayatullah yang terindikasi keracunan makanan dibawa ke Puskesmas Wajo untuk mendapatkan perawatan.

“Alhamdulillah pukul 16.30 WITA, anak-anak itu semua sudah kembali ke rumah,” ujarnya.

 

**