Wujudkan Kota Sehat dengan Pemenuhan Air Bersih yang Layak untuk Warga Kendari
KENDARI – Akses air minum yang aman adalah hak dasar dan komponen penting untuk mewujudkan Kota Sehat melalui pemenuhan kebutuhan air bersih yang layak, bebas kontaminasi, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Direktur Perumda Air Minum Tirta Anoa, Sukriyaman mengatakan, dengan sejumlah inovasi pihaknya mendorong peningkatan pelayanan dan pemenuhan air bersih yang menjadi hak warga Kota Kendari.
“Kita akan perbaiki dulu kualitas pelayanannya. Pelayanan air minum yang lebih baik, efisien, dan merata bagi seluruh warga Kota Kendari, kata Sukriyaman dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Data Pemkot Kendari menyebutkan pada tahun 2023, jumlah rumah yang mendapatkan akses layak air minum di Kota Kendari sebesar 66,23 persen dan rumah yang mendapatkan akses aman air minum sebesar 34,07 persen.
Sementara pada tahun 2024, jumlah rumah yang mendapatkan akses layak air minum di Kota Kendari sebesar 62,98 persen dan rumah yang mendapatkan akses aman air minum sebesar 37,02 persen.
Untuk itu Pemkot Kendari terus mendorong percepatan pencapaian target 100 persen akses air minum layak dan 50 persen akses air minum aman pada tahun 2030.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah inovasi intens dilakukan demi perbaikan pelayanan dan pemenuhan air minum yang layak dan berkelanjutan, seperti: program data presisi pelanggan, digitalisasi pembayaran, dan peningkatan infrastruktur air minum.
Dijelaskan Sukriyaman, program data presisi pelanggan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan menindaklanjuti penyalahgunaan sambungan air minum di lingkungan warga dan memastikan distribusi pasokan air minum yang merata dan tepat sasaran.
Sementara itu untuk peningkatan infrastruktur air minum, PDAM Tirta Anoa terus menggali potensi kerjasama dengan berbagai pihak untuk kepastian kualitas dan mutu air minum yang aman dan layak untuk warga Kota Kendari.
Salah satunya adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan Pemerintah CdA La Rochelle, Prancis untuk peningkatan kualitas pengelolaan air bersih dan infrastruktur lingkungan.
“Kerja sama ini adalah bentuk nyata dari upaya kami membangun kolaborasi internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan air bersih dan infrastruktur lingkungan,” katanya.
Selain itu, kolaborasi dengan BWS Sulawesi IV Kendari terkait langkah strategis pengoperasian kembali Intake Matabondu dan penambahan Intake Tabanggele untuk percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Kendari.
***
Tinggalkan Balasan