Diduga Dirampok, Pasutri di Kolaka Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan pasutri yang tewas bersimbah darah di Desa Sani-sani, Kolaka, Sulawesi Tenggara pada Senin (16/9/2024)/Ist

KOLAKA – Pasangan suami istri (pasutri) warga Desa Sani-sani, Kecamatan Samaturu, Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tewas bersimbah darah, diduga akibat perampokan.

Berdasarkan laporan Babinsa setempat, Sertu Didi AM menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kedua korban ditemukan pada Senin (16/9/2024) sekitar pukul 10.00 WITA pagi.

“Lapdal perihal penemuan mayat suami istri di Desa Saji-sani yang meninggal diindikasikan perampokan buah cengkeh, dan masih dalam pendalaman Polsek,” tulis Sertu Didi dalam keterangannya.

Baca Juga:  68 Santri Ponpes di Kendari Dilarikan ke RS, Diduga Keracunan Makanan

Disebutkan korban pasutri Nurdin dan Rana ditemukan tewas di rumahnya oleh salah seorang warga.

Pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait penyebab tewasny kedua korban dan masih melakukan pendalam kasus tersebut.

Dalam video amatir warga, tampak masyarakat memenuhi rumah korban untuk menyaksikan proses evakuasi korban pasutri tersebut.

Baca Juga:  Hadiri Bongka'ano Khopo di Waondo Wolio, Bupati Buton Tekankan Pentingnya Pelestarian Adat

Rumor beredar dikalangan warga, kedua korban yang baru saja memanen cengkehnya tersebut dirampok.

Warga dan kerabat korban berharap kepolisian segera menangkap pelaku perampokan yang menyebabkan hilangnya nyawa dua warga Desa Sani-sani itu.

Untuk informasi, hingga terbitnya berita ini pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resminya atas peristiwa nahas tersebut.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!