Pj Wali Kota Kendari Ikut Rakor Pengendalian Inflasi, Kemendagri Bakal Evaluasi 97 Kepala Daerah

Pj Wali Kota Kendari, Muhamad Yusup mengikuti rakor pengendalian inflasi secara daring bersama sejumlah OPD terkait di Command Center Kantor Balai Kota Kendari, pada Senin (19/2/2024)/Ist

KENDARI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi. Rakor itu diadakan secara daring dan diikuti seluruh kepala daerah di Indonesia.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari Muhamad Yusup mengikuti rakor tersebut bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Command Center Kantor Balai Kota Kendari, pada Senin (19/2/2024).

Dalam rapat itu para kepala daerah mendengarkan arahan dan penjelasan dari sejumlah narasumber di pemerintah pusat, seperti Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog dan sejumlah kementerian terkait.

Baca Juga:  Dirjen Dukcapil ke Konsel, Apresiasi Inovasi Pelayanan dan Dorong Integrasi di MPP

Pasalnya, Kemendagri bakal mengevaluasi 97 kepala daerah yang tidak pernah mengirimkan laporan harian, untuk melihat keseriusan para kepala daerah mengatasi inflasi di daerahnya.

Inspektur Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir meminta semua pihak terkait kembali fokus menangani inflasi dan kenaikan harga pasca pelaksanaan pemilu.

Menurutnya, saat ini masih banyak daerah di Indonesia yang terjadi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, imbas dari elnino atau kemarau yang terjadi tahun 2023. Sehingga butuh dukungan dan solusi untuk mengatasi kenaikan harga di daerah.

Baca Juga:  November 2025, Inflasi di Sultra Tercatat Sebesar 2,94 Persen

“Untuk daerah yang inflasinya masih di atas nasional untuk melakukan rapat dan mencari solusi terbaik,” ungkapnya, dikutip dari kendarikota.go.id.

“Yang harus kita waspadai juga kenaikan cabe merah di 230 kabupaten/kota, minyak goreng kenaikan di 203 kabupaten/kota, dan telur ayam ras di 182 daerah kabupaten/kota,” tegasnya.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!