KENDARI – Korban meninggal dunia akibat peristiwa penembakan oleh oknum Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Pulau Cempedak, Kecamatan Laonti, Konawe Selatan bertambah satu orang. Putra (17), menghembuskan napas terakhirnya di di Rumah Sakit Bhayangkara, pada Minggu (26/11/2023).

Kini, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua, yakni Maco dan Putra.

Kuasa hukum korban Ahmad Fairin membenarkan meninggalnya salah satu korban keberingasan oknum Polairud Polda Sultra tersebut.

Baca Juga:  Pilrek UHO Bakal Bergulir Lagi, Rektor Definitif Ditarget Januari 2026

“Benar. Meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” ujarnya.

Ahmad menerangkan, Putra wafat usai menjalani proses pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul sebelah kiri.

“Setelah dioperasi, Putra sempat kritis Minggu siang lalu meninggal dunia sorenya,” pungkasnya.

Saat ini jenazah korban kedua kebrutalan oknum Polairud tersebut sudah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Pihak keluarga, ayah dan ibu Putra menunggu jenazah dipulangkan ke rumah duka, Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Baca Juga:  Hugua Audiensi dengan HILPI Sultra, Bahas Optimalisasi Pangan Lokal Sumber Protein

Diberitakan sebelumnya, empat orang nelayan, yakni Maco, Putra, Ucok dan Alung, menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum Polairud Polda Sultra, di Perairan Cempedak Kabupaten Konawe Selatan, pada Jumat (24/11/2023), sekitar pukul 02.00 wita.

**