Sulawesi Tenggara Masuk Daerah Berisiko Tinggi Bencana, Peringkat 3 Nasional

Kondisi Ruas Jalan Trans Sulawesi di Konawe Utara yang terendam banjir/Ist

KENDARI – Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi sebagai konsekuensi letak negara ini dari sisi geologis dan geografis.

Secara geologis, Indonesia berada pada pertemuan empat lempeng utama menjadikan wilayah ini rawan bencana gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api.

Di sisi lain, kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah tropis dan pada pertemuan dua samudera dan dua benua membuat Indonesia juga rawan akan bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, cuaca ekstrim, gelombang ekstrim dan abrasi, dan kekeringan yang juga dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga:  Ada Potensi Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Sultra 31 Oktober 2025

Penentuan tingkat risiko bencana pun telah dilakukan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setiap tahunnya.

Data terbaru BNPB yang diterbitkan melalui Buku Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2024 (Januari 2025) menunjukkan skor indeks risiko di masing-masing provinsi.

Skor IRBI paling tinggi ada di Provinsi Maluku (161,50) dan skor paling rendah ada di Provinsi DKI Jakarta (59,29).

Sementara Sulawesi Tenggara (Sultra) menempati peringkat ke-3 dalam daftar daerah rawan bencana secara nasional.

Baca Juga:  Pengangguran di Sultra Meningkat Hingga 49,16 Ribu per Agustus 2025

IRBI sendiri memberikan gambaran tentang seberapa besar kemungkinan suatu wilayah mengalami bencana dan seberapa parah dampaknya.

Indeks ini membantu dalam mengidentifikasi wilayah yang paling rawan bencana, sehingga upaya penanggulangan bencana dapat difokuskan pada daerah-daerah tersebut.

Informasi dari IRBI digunakan sebagai acuan dalam menyusun kebijakan dan program pengurangan risiko bencana.

IRBI mempertimbangkan berbagai faktor risiko bencana, seperti ancaman bencana, kerentanan wilayah, dan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!