BAUBAU – Kegiatan Raimuna Daerah (Raida) Sulawesi Tenggara (Sultra) III Tahun 2022 di Bumi Perkemahan Samparona, Kota Baubau resmi ditutup pada Jumat (21/10/2022) malam.

Kegiatan berbentuk perkemahan yang telah dimulai sejak 16 Oktober 2022 tersebut ditutup oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Baubau Roni Muchtar.

Hadir dalam penutupan kegiatan, Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra Jainuddin Ladansa, Ketua Kwarcab Muna Ashar Dulu, Pengurus dan Andalan Kwarda, Kwarcab, Ketua DKN Fatkhul Manan, Ketua DKD Sultra Muh Agung beserta jajarannya serta sejumalah DKC se-Sultra.

Dalam kesempatan itu, Ketua Harian Kwarda Sultra Jainuddin Ladansa menjelaskan kegiatan Raimuna Daerah merupakan giat dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (16-25 Tahun).

“Kegiatan Raimuna Daerah bentuk apresiasi dari Kwartir untuk meneruskan estafet pembinaan untuk Pramuka Penegak dan Pandega,” ujarnya.

Menurutnya, upaya yang telah ditunjukkan DKD Sultra sebagai penyelenggara dalam mempersiapkan hingga menjalankan kegiatan perlu mendapat apresiasi.

“Kegiatan Pramuka Penegak Pandega ini spektakuler sekali walaupun di tengah keterbatasan, kami juga memberi apresiasi kepada Ketua Kwarcab Kota Baubau dan jajarannya yang turut mendampingi sampai akhir kegiatan membantu dan memberi support,” tutur Jainuddin.

Pihaknya pun menyampaikan usai Raimuna Daerah, Kota Baubau juga dimandatkan untuk menjadi tuan rumah Musda Kwarda Gerakan Pramuka Sultra hasil keputusan Musda yang dilaksanakan di Wakatobi tahun 2019 lalu.

Senada dengan hal itu, Ketua DKD Sultra Muh Agung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan Raimuna Daerah III.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami haturkan kepada Kwarda Sultra, Kwarcab Kota Baubau, Kwarcab peserta hingga sangga kerja yang turut andil, tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tentu tak berjalan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Baubau Roni Muchtar memuji kerja sama lintas sektor hingga kegiatan dapat berjalan dapat berjalan sukses.

“Sinergitas, persatuan dan kesatuan antara Kwarda dan Kwarcab yang melibatkan banyak orang ini sehingga kegiatan Raimuna bisa terlaksana dengan banyak kegiatan di dalamnya,” kata Roni.

Sekda Kota Baubau ini pun berharap dengan adanya Raimuna ini, dapat memberikan pengalaman kepada anggota Pramula Sultra agar tumbuh jiwa kepemimpinan dan kemandiriannya.

“Kita bersepakat Pramuka pilihan terbaik pengembangan diri. Pramuka merupakan landasan pacu untuk pengembangan diri, apa yang didapatkan selama di bumi perkemahan Samparona, kota berharap ke depan banyak kader Pramuka bisa mengambil bagian dalam pembangunan,” harapnya.

Terakhir, dirinya berpesan kepada para kontingen yang ingin tetap berada di Kota Baubau untuk mengeksplor lokasi wisata dan budaya di Negeri Seribu Benteng itu

“Bagi yang ingin langsung pulang ke daerah masing- masing agar tetap tertib dan selamat sampai tujuan, kekurangan yang ada tinggalkan di sini bawalah yang baik-baik saja,” tutupnya.

Untuk diketahui, Raimuna Daerah ini diikuti sebanyak 15 Kwarcab se- Sultra, hanya Kwarcab Konawe Kepulauan dan Wakatobi tidak mengirimkan kontingen.

Jumlah keseluruhan warga perkemahan berjumlah 1.108 orang, terdiri dari 750 peserta, sangga kerja 100 orang, pembina pendamping 58 orang, dan tim pendukung unsur kontingen sebanyak 200 orang. ***