KENDARI – Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara (Kolut), Sukanto Toding memimpin rapat strategis yang dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Penghubung Kolut di Kendari pada Sabtu (30/9).

Dalam rapat tersebut, Sukanto Toding menggarisbawahi urgensi menggabungkan sistem desa presisi dengan sensus untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data di tingkat desa.

Menyadari peran penting data yang akurat dalam proses pengambilan kebijakan, Kolut telah menjadi daerah percontohan dalam implementasi Data Desa Presisi (DDP).

Keberhasilan inisiatif ini menarik minat beberapa kabupaten lain di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mempelajari pengalaman dan praktek terbaik.

Pj Bupati menegaskan niatnya untuk mendorong penggunaan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Dia juga memaparkan rencana untuk mengintegrasikan perencanaan penataan usaha dengan pendampingan Sistem Pengelolaan Basis Data Elektronik (SPBE).

Selain itu, dia menyoroti pentingnya kios informasi yang kuat, yang mampu menyajikan data terperinci mengenai sektor kakao dan informasi lainnya.

“Penerapan Desa Presisi di Kolaka Utara dilihat sebagai penghargaan bagi daerah kita karena membantu desa memiliki data berkualitas. Data yang akurat dan tepat adalah fondasi bagi pengambilan keputusan pemerintah yang cerdas, sesuai dengan prinsip good data good decision, bad data bad decision, and no data no decision,” kata Pj Bupati dikutip dari laman resmi Pemkab Kolut.

Dalam upaya memajukan transparansi dan akurasi data, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kolut, menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Kerja sama ini bertujuan untuk menyusun Detailed Village Profiles (DDP) khususnya di 8 desa se-Kecamatan Watunohu. Dalam DDP tersebut, terdapat 204 indikator yang mencakup informasi mengenai kesejahteraan, ekonomi, kondisi fisik rumah, serta data lahan pertanian dan infrastruktur desa.

Salah satu aspek penting yang dijelaskan dalam rapat adalah hubungan erat antara akurasi data dengan potensi desa.

“Menyajikan data yang tepat dan akurat tentang potensi sumber daya alam suatu desa, seperti lahan perkebunan dan potensi kandungan mineral di dalamnya, adalah kunci dalam pengambilan kebijakan yang cerdas,” katanya.

“Data yang valid, akurat, dan aktual akan membantu merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Hal ini memperkuat pandangan bahwa perbaikan data monografi adalah langkah esensial dalam merencanakan pembangunan di desa,” jelasnya.

**