BUTON SELATAN – Pj Bupati Buton Selatan (Busel), La Ode Budiman berkomitmen mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di Kecamatan Kadatua.

Budiman bahkan mendorong pelayanan kelistrikan bisa beroperasi 1×24 jam di Kadatua.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Pemkab Busel dengan pihak PLN membahas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMA Negeri 1 Kadatua, Desa Marawali, Kadatua, Kamis (19/1/2023).

La Ode Budiman menyatakan, Pemda telah melakukan berbagai langkah untuk percepatan pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan, termasuk di Pulau Kadatua. Salah satunya melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan unsur terkait lainnya.

Hasilnya telah disiapkan dua titik lokasi lahan pembangunan pembangkit, masing-masing di Desa Banabungi dan Mawambunga.

“Pada prinsipnya kami sangat senang dan mendukung pembangunan tersebut, sejauh itu untuk kepentingan masyarakat,” ujar Pj Bupati seperti dilansir dari laman resmi Kominfo Busel.
.
Dihadapan perwakilan PLN Pusat, Pj Bupati memaparkan bila 80 persen wilayah Kabupaten Buton Selatan terdiri dari lautan. Olehnya, potensi daerah yang paling besar adalah perikanan dan pariwisata.

Menurut Pj Bupati, dengan adanya listrik, maka akan menjawab semua permasalahan di dalam masyarakat. Potensi perikanan yang sangat melimpah akan bisa dimaksimalkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami sudah menyiapkan lokasi pembangunan Cold Storage di Desa Kapoa. Bila listrik sudah beroperasi 1×24 jam, maka sektor perikanan akan menjadi potensi yang besar. Olehnya, apa yang menjadi pertemuan kita hari ini menjadi titik temu yang didengar langsung PLN Pusat. Kami sangat berharap PLTS ini layak dibangun di Kadatua,” katanya.

Kepala Cabang PT.PLN Kota Baubau, Agus Priyanto mengatakan, keinginan masyarakat Kecamatan Kadatua agar pelayanan kelistrikan menyala 1×24 jam sangat besar. Hal itu ditandai dengan telah disiapkannya dua lokasi pembangunan PLTS.

Kepala Cabang PLN Baubau juga menegaskan bila hari ini pihaknya memfasilitasi PLN Pusat dan pengembang dana untuk mengumpulkan data kelayakan pembangunan pembangkit.

“Kami saat ini beroperasi 12 jam. Nah, aspirasi yang kami tampung dari masyarakat untuk pembangunan pembangkit ini sangat besar, harapannya nanti ekonomi akan tumbuh dan ke depannya industri perikanan akan maju, begitu pula sektor lainnya,” katanya.

Perwakilan Divisi Keuangan Kantor PLN Pusat, Mahfud mengatakan, kedatangan tim dari PLN Pusat untuk meminta masukan dari semua elemen mulai dari pemerintah hingga masyarakat setempat agar pembangunan sesuai dengan yang diharapkan.

“Pertemuan ini akan menjadi masukan dan pembelajaran bagi kami sehingga pembangunan pembangkit ke depan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat. Ini penting agar pembangunan bisa dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan,” pungkasnya. **