BUTON TENGAH – Diduga tersinggung soal dibahas penggantinya, Bupati Samahuddin, melakukan rotasi 25 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Tengah (Buteng), Senin 28 Maret 2022.

Samahuddin melakukan pergeseran sampai menonjob tiga pejabat lainnya karena diduga kuat didasari oleh selera politik dan bukan berdasarkan kompetensi.

“Saya sudah bilang ASN itu jangan bermain politik. Ada juga yang bicara soal Pejabat Bupati (Pj), lebih bagus jangan. Akhirnya hari ini tiga orang yang kena gempa bumi,” katanya.

Lanjut bupati yang berakhir masa jabatannya pada 22 Mei 2022 itu, pelantikan yang digelar di pelataran kantor Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Buteng kali ini merupakan pelantikan yang bersifat cubit-cubitan.

“Ini judulnya pelantikan cubit-cubitan, sedikit- sedikit, ya,” ujar Samahuddin.

Bersama pejabat lainnya dilakukan pengambilan sumpah jabatan, Samahuddin menguraikan tiga orang pejabat yang dianggap bertentangan dengan selera dan pemikiran politiknya adalah Sekretaris Dinas (Sekdin) dan dua Kepala Bidang (Kabid).

“Saya sebutkan saja. Pertama Sekdin BKD, kepala bidang Transmigrasi dan satu orang kepala bidang juga di BKD. Mereka ini kena tsunami. Kemarin di Kendari tapi sekarang di Buton Tengah” tambahnya.

Padahal, kata dia, selama ini mereka diberi jabatan tanpa dimintai imbalan sepeserpun bahkan mereka tidak pernah mengucapan terimakasih.

“Saya kalau kasih jabatan itu ikhlas dan tidak pernah meminta sesuatu. Nama-nama yang dilantik ini saya susun tadi malam dan apakah ada yang membayar, coba tanya mereka,”ucapnya

Mendengar hal itu, sontak saja seluruh pejabat yang baru dilantik berteriak ” tidak”.