KENDARI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) rutin melakukan monitoring ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pokok ke pedagang di pasaran.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tersedia dan harga terjangkau untuk masyarakat.

“Berkenaan dengan itu, tim berusaha agar inflasi di Sulawesi Tenggara bisa dikendalikan sesuai angka yang diinginkan. Tentu itu berhubungan dengan harga kebutuhan pokok dan harga lainnya. Kita melakukan monitoring di lapangan, selalu ada tim yang turun langsung,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, La Ode Muhammad Fitrah Arsyad, Rabu (6/12/2023).

Berdasarkan data Disperindag pada minggu kedua Desember 2023 ini, harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar khususnya di Kota Kendari secara umum terpantau relatif stabil begitu halnya dengan ketersediaannya yang mencukupi.

“Secara umum sesuai pantauan di pasar tradisional di Kota Kendari, pasar Anduonohu, pasar kota, dan juga pasar Mandonga ketersediaan bahan pokok itu aman, dari 44 komoditi dan harganya pun relatif stabil,” tambahnya.

Namun untuk harga komoditas beras dan cabai mengalami fluktuasi harga.

“Terkhusus beras dan cabai ini kan memang ada gejolak harga. Tapi kalau beras sendiri sudah fluktuatif menurun sekarang di angka Rp13.800, kurvanya dibanding kemarin juga ada penurunan dari Rp13.850 ke harga Rp13.800,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan berakhirnya musim kemarau, harga untuk komoditas beras akan berangsur turun secara signifikan.

“Kemarin juga sudah ada panen raya di Konawe Selatan. Mudah-mudahan harga beras berangsur-angsur berfluktuatif menurun,” harap Fitrah Arsyad.

Dirinya juga menambahkan untuk komoditas cabai, kenaikan harga sangat dipengaruhi oleh pasokan cabai yang minim.

“Sedangkan barang yang masuk dari luar sedikit, ditambah permintaannya banyak sehingga ada kenaikan harga,” bebernya.

Untuk itu, pihak Disperindag Sultra akan menggelar pasar murah sebagai langkah antisipasi.

“Ini kita akan antisipasi dengan melaksanakan kegiatan pasar murah khusunya di Kota Baubau dan Kendari. Di Baubau ini kita laksanakan pasar murah dari 9-11 Desember 2023 dengan membagikan voucher belanja senilai Rp100 ribu kepada 5 ribu calon penerima di Kota Baubau,” urai Fitrah Arsyad.

“Dimana calon penerima ini diperuntukkan untuk fakir miskin yang datanya dari Dinas Sosial Kota Baubau yang lokasi pasar murah di pantai Kamali,” pungkasnya.

***