KENDARI – Puluhan keluarga almarhum Amis Ando (43) tahanan yang dikabarkan tewas di sel Polres Muna kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (27/6/2022).

Aksi yang dilakukan kali ini sudah yang kedelapan kalinya. Dalam aksi tersebut, beberapa tuntutan yang masih sama terkait pengungkapan penyebab kematian almarhum Amis Ando.

Dari pantauan awak media ini, aksi tersebut berlangsung ricuh lantaran para massa pengunjuk rasa memaksa masuk ke dalam Mako Polda Sultra tetapi dihalangi oleh beberapa personel kepolisian yang sedang bertugas.

Puluhan massa itu juga terlibat saling dorong dengan personel Propam Polda Sultra. Polisi juga terlihat menarik kerah baju, bahkan sempat melontarkan perkataan yang kasar terhadap pendemo (biadap).

Terlihat salah seorang personel polisi terlihat terjatuh saat merampas ban bekas yang hendak dibakar oleh massa demonstran.

Aksi tersebut berhasil diredam oleh petugas yang mengajak mereka untuk melakukan hearing bersama di belakang ruang jaga Propam Polda Sultra.

Salah seorang yang merupakan kemenakan korban Ando (43) bernama Jafir menjelaskan, tujuh kali berturut-turut pihaknya melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sultra. Namun, titik terang terkait penyebab kematian pamannya itu belum juga terungkap.

“Padahal paman saya itu sudah sejak Mei lalu dia meninggal. Kenapa belum diungkap penyebabnya,” ucap Jafir di depan Mapolda Sultra saat ditemui awak media.

Dia juga menyampaikan, pihak Polda Sultra seperti ikut acuh tak acuh dengan permasalahan ini. Pasalnya hingga saat ini hasil autopsinya tidak diberikan.

“Kenapa biar hasil autopsinya tidak diberikan. Kami keluarga sangat menantikan itu. Kubur almarhum Amis Ando kami relakan untuk digali kembali setelah tiga hari dikubur untuk mengetahui hal itu, tapi sampai sekarang kami tidak dapatkan itu,” katanya.

Jafir berharap agar Kapolda Sultra Irjen Teguh Pristiwanto bertindak tegas terkait kasus kematian almarhum.