KONAWE – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) angkat bicara terkait peristiwa tabrak lari yang dialami seorang pelajar bernama Juliansyah (17) pada Sabtu (11/6/2022) lalu.

Juliansyah merupakan warga asal Desa Hongoa, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe. Juliansyah sendiri merupakan anak Sulung Samriatin (45).

Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Darmawan menduga peristiwa naas yang menimpa korban itu merupakan pembunuhan berencana yang sengaja dikemas dengan tragedi tabrak lari.

“Kejanggalan dugaan pembunuhan berencana itu dikemas dalam tragedi tabrak lari pada tanggal 11 Juni 2022 lalu di depan Puskesmas Pondidaha, Desa Wonua Mandara, Konawe,” ujar pria yang akrab disapa Andre itu, Jumat (5/5/2023).

Saat Andre menemui keluarga korban, ibu korban bercerita awalnya dia menerima dengan kematian anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu sang ibu merasa jika anaknya tidak meninggal karena tabrak lari melainkan dibunuh.

“Kasus ini berjalan sudah hampir satu tahun, ibu korban datang menangis ke kantor kami. Ia menceritakan seluruh kejanggalan kepada LBH HAMI, jadi kami merasa ibu ini harus diberikan bantuan hukum,” tuturnya.

Kemudian seusai menemui orang tua korban, LBH HAMI Sultra bertandang ke Polres Konawe guna mempertanyakan kepada penyidik atas kasus tersebut.

Dalam pertemuan, LBH HAMI membuka semua dokumen berupa foto dan memperlihatkan satu persatu. Dihadapan penyidik Andre menerangkan jika luka di tubuh korban tidak ada tanda sambaran atau ditabrak mobil.

“Logika kami, jika ditabrak mobil tidak mungkin luka full badan. Ini kami melihat ada luka sayatan, luka tusuk di kaki, dan luka lebam di muka. Saya mencerminkan jika itu adalah pembunuhan berencana,” jelasnya.

Beberapa kasus yang ditangani Andre perkara lakalantas diakuinya tidak terjadi sedemikian rupa. Herannya kejadian tabrak lari itu tak ada satupun warga yang melihat.

“Bentuk apapun kecelakaan pasti akan terdengar. Ini masa tiba-tiba ditemukan di pinggir jalan oleh temannya sendiri,” beber Andre. **