JAKARTA – Pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 didominasi generasi milenial. Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Togap Simangunsong mengajak seluruh kaum milenial untuk menyukseskan pesta demokrasi nanti.

“Pada Pemilu yang akan datang ini, rupanya generasi milenial dan generasi Z cukup tinggi. Hal ini perlu mendapat perhatian, karena berdasarkan hitung hitungan kami ada 56,45 persen pemilih kita anak muda,” ucapnya mewakili Mendagri dalam diskusi panel bertajuk “Konsolidasi KPU untuk Kesiapan Pemilu 2024″, pada Sabtu (30/12/2023) lalu.

Togap menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda nerupakan langkah awal untuk mequjudkan generasi yang cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Dengan demikina, generasi muda akan mampu menjadi pemantau jalannya Pemilu yang junur dan adil.

Untuk itu, dirinya mendorong semua pihak khususnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan Kabupaten/Kota agar memberikan dukungan secara penuh, supaya generasi muda mau datang Ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyalurkan hak politiknya.

“Kami jarapkan krpada KPU provinsi, KPU kabupaten/kota supaya mengajak para pemilih yang mempunyai hak pilih untuk ikut berbondong-bondong ke TPS untuk menyampaikan suaranya, khususnya generasi milenial dan generasi Z. Kita ajak mereka untuk menyampaikan partisipasinya,” imbuhnya

Togap menambahkan, sebagai kelompok yang mendominasi jumlah pemilih pada Pemilu 2024, generasi muda juga berperan penting dalam menentukan arah bangsa Indonesia ke depan dengan segala persoalannya. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam Pemilu, maka akan memberikan dampak positif dalam mencari sosok pemimpin terbaik.

“Jumlanya itu ada 115,4 juta generasi milenial dan generasi Z. Target yang ditetapkan pemerintah, Pemilu kita saat ini adalah 79,5 persen. Mudah-mudahan bisa melebihi target yang dicapai pada tahun 2019. Semakin tinggi partisipasi semakin legitimate pemimpin kita yang terrpilih nanti dan wakil rakyat yang terpilih,” katanya.

Togap juga mengungkapkan beberapa indikator keberhasilan dalam Pemilu. Pertama, proses Pemilu berlangsung aman dan Smsesuai dengan aturan yang berlaku. Kedua, jumlah partisipasi yang tinggi. Ketiga, tidak terjadi konflik yang dapat merusak persatuan dan kesatuan terutama tang berujung pada konflik kekerasan. Keempat, roda pemerintahan tetap apat berjalan lancar baik di yingkat pusat maupun daerah.

“Kami sudah menyiapkan beberapa instrumen yang telah kia gerakkan melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di daerah dan juga badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) kita, baik di provinsi kabupaten/kota dan Satpol PP,” tandas Togap.

**