JAKARTA – Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas baru-baru ini melakukan survei untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Hasilnya menunjukkan bahwa, secara rata-rata, 87,8 persen masyarakat puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh Polri.

Tingginya tingkat apresiasi publik ini menegaskan komitmen Polri dalam menghadirkan personel yang profesional.

Menurut Litbang Kompas, tingginya tingkat kepuasan masyarakat dalam evaluasi kinerja kepolisian menunjukkan bahwa komitmen Polri untuk memperoleh personel yang profesional telah berjalan baik.

Kinerja yang ditunjukkan oleh Polri harus juga menjadi bentuk konfirmasi bahwa upaya pembenahan, termasuk pengawasan dalam institusi, telah berhasil. Hal ini diutarakan dalam rilis hasil survei pada Selasa, 26 Desember 2023.

Selain itu, survei ini juga menyentuh soal pengawasan yang digunakan untuk mencegah dan menangani pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi.

Pelayanan keluhan hukum yang diberikan kepada masyarakat menjadi bukti akurat mengenai hal tersebut.

Penelitian dilakukan dari 22 Oktober hingga 15 November 2023 dengan cara tatap muka. Sebanyak 100 responden dipilih dari setiap wilayah Polda, dan jumlah total responden dari masyarakat umum sebanyak 3.400 orang, yang semuanya menunjukkan hasil yang sangat memuaskan terhadap kinerja Polri.

Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan 90 persen, margin of error penelitian pada setiap wilayah Polda lebih kurang 8,22 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian, kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi.

Secara rata-rata, tak kurang 87,7 persen masyarakat menyatakan puas dan bangga dengan kinerja yang ditunjukkan oleh Polri. Litbang Kompas mengatakan bahwa pelayanan publik yang diberikan oleh Polri menjadi faktor tertinggi dalam tingkat apresiasi dari masyarakat.

Sebanyak sembilan dari sepuluh responden setuju untuk menyatakan puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh Polri kepada masyarakat.

Tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga dinilai sangat positif oleh masyarakat. Lebih dari 89 persen responden menyatakan puas dengan upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Penegakan hukum oleh Polri juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Tidak kurang empat dari lima responden menilai sangat puas dengan penegakan hukum yang dilakukan oleh jajaran polisi.

Litbang Kompas menjelaskan bahwa tingginya tingkat apresiasi masyarakat dalam evaluasi kinerja kepolisian menunjukkan bahwa komitmen Polri untuk memperoleh personel yang profesional telah berjalan baik.

“Kinerja yang ditunjukkan oleh Polri harus juga menjadi bentuk konfirmasi bahwa upaya pembenahan, termasuk pengawasan dalam internal institusi, telah berhasil. Selain itu, hasil survei dari masyarakat juga menunjukkan soal pengawasan yang dilakukan untuk mencegah dan menangani pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi, seperti layanan keluhan hukum yang diberikan kepada masyarakat,” jelas Litbang Kompas.

Survei ini juga mencakup soal layanan pengaduan masyarakat. Ketika ditanya mengenai cara-cara pengaduan yang dapat dilakukan jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Polisi, mayoritas responden yakni sebesar 68,7 persen menjawab bahwa pengaduan dapat dilakukan dengan mengunjungi langsung kantor polisi.

“Dalam model jawaban multiple response, selain cara pengaduan dengan langsung datang ke kantor polisi, sekitar seperlima bagian responden menjawab bahwa pengaduan dapat melalui layanan call center Polri. Lalu, terdapat sekitar 16,8 persen responden yang memilih melakukan pengaduan melalui media sosial,” ujar litbang Kompas.

Litbang Kompas mengungkapkan bahwa hasil survei juga memberikan catatan mengenai sejumlah aspek layanan pengaduan pelanggaran anggota polisi yang perlu diperbaiki.

Respons pengaduan serta kemudahan akses layanan pengaduan mendapat sorotan tertinggi masing-masing dari sekitar dua perlima bagian responden masyarakat. Selain itu, terdapat sepertiga bagian publik lainnya yang mengharapkan perbaikan pada transparansi proses pengaduan.

“Dalam hal ini, selain kemudahan akses di awal proses pengaduan, publik tampaknya juga mengharapkan proses berjalannya pengaduan yang dapat berjalan terinformasi dengan baik secara terbuka. Meskipun begitu, secara keseluruhan, tingkat apresiasi masyarakat dianggap sangat tinggi, mencapai tidak kurang dari 85 persen responden yang menyatakan puas dan bangga atas layanan pengaduan pelanggaran anggota Polri,” kata Litbang Kompas.

**