KENDARI – Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Triwulan II tahun 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,85 persen.

“Ekonomi Sultra pada Triwulan II-2023 terhadap Triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,85 persen,” kata Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti¬†dikutip Antara Sultra, Senin (7/8/2023).

Pertumbuhan perekonomian Sultra ini berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp42,69 triliun pada Triwulan II-2023, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,31 triliun.

Dari sektor produksi, lapangan usaha, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, Sultra mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,85 persen.

Dan dari sektor pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,18 persen.

Sementara itu, ekonomi Sultra Triwulan II-2023 terhadap Triwulan I-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 3,17 persen.

Sehingga dari sektor produksi, lapangan usaha, administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,65 persen. Dan dari sektor pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 42,75 persen.

Kemudian, perbandingan perekonomian Sultra pada Semester I-2023 terhadap Semester I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,65 persen.

Dari sektor produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,74 persen. Dan dari sektor pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,19 persen.

Agnes menambahkan, dari sektor produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi paling dominan terhadap PDRB Sulawesi Tenggara sebesar 23,57 persen.

Sedangkan dari sektor pengeluaran, kontribusi paling dominan terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 48,13 persen.

**/red